Jenis-Jenis Oven Untuk Memanggang


Oven adalah salah satu alat penting dalam pembuatan kue. Alat ini berguna untuk memanggang roti, kue kering, bolu dan masih lagi. Sebagai orang pemula, pastinya akan sangat bingung memilih oven yang baik bagaimana. Apalagi saat ini oven banyak jenisnya dan berbeda fungsinya satu sama lain. Nah untuk membantu kamu dalam menmukan oven yang sesuai kebutuha, kami ulas jenis-jenis oven yang cocok untuk kamu gunakan.

Oven Tangkring

Oven tangkring (atau disingkat “otang”) terbuat dari alumunium atau besi. Ada dua versi yang dijual di pasaran, yakni otang dengan bagian atas cekung dan bagian atas lurus. Untuk otang yang punya cekungan, biasanya digunakan untuk memanggang kue atau makanan yang butuh api atas. Nantinya pada cekungan tersebut akan ditaruhkan arang. Oven tangkring bisa dipakai untuk memanggang cake, kue kering, brownies, macaroni schotel, lasagna, pizza, sampai roti. Tipsnya, pakai api besar untuk memanggang roti. Sedangkan untuk cake, kue kering, pizza, dan schotel.

Kelebihan:

  • Harganya paling terjangkau dari dua jenis oven lain. Cocok bagi pemula yang baru belajar baking karena bisa melatih ketrampilan memanggang. Selain itu, cocok juga bagi anda yang jarang memanggang kue.
  • Otang juga mudah dipindahkan dan dibawa bepergian. Selama ada sumber panas seperti api atau bara, kenapa tidak?
  • Lebih cepat panas daripada oven listrik.

Kekurangan:

  • Ada otang yang memiliki penunjuk suhu (termometer), ada juga yang tidak. Anda bisa beli termometer secara terpisah. Namun kalau tidak, anda harus siap-siap memakai insting untuk menebak suhu, ya.
  • Bagi yang memakai termometer, harus rajin-rajin cek bahan panggangnya karena ada jenis otang yang panasnya tidak merata. Selain itu, terkadang suhu di termometer terlihat lebih tinggi dari suhu dalam oven.
  • Otang harus disangga agar berdiri kokoh dan stabil. Selain itu, penempatannya harus benar-benar di tengah kompor. Kalau tidak, panggang apapun tidak akan matang sesuai harapan.

Oven Listrik

Oven listrik bisa dibilang merupakan oven yang paling praktis dan serbaguna. Kamu tinggal mencolokkan ke sumber listrik dan memasukkan apa yang ingin kamu panggang. Saat ini dari jenis oven listrik sendiri sudah banyak variasinya. Mulai dari ukuran hingga oven listrik yang merangkap microwave. Oven listrik memiliki keunggulan seperti pengaturan suhu dan juga waktunya. Hanya dengan menekan tombol suhu dan waktu, kamu bisa mengerjakan hal lainnya sambil menunggu matang. Selain itu, oven listrik juga memiliki tombol otomatis yang bisa kita set sesuai dengan apa yang akan kita panggang. Kamu bisa menyesuaikan panas dari oven listrik juga bisa dikombinasikan seperti untuk api atas saja, api bawah saja atau keduanya.

Kelebihan:
  • Oven jenis ini mempunyai pengaturan suhu dan waktu untuk memanggang secara otomatis.
  • Harga yang cukup terjangkau yang tentunya sesuai dengan merknya.
  • Memiliki pengaturan api atas dan api bawah yang bisa digunakan terpisah atau bersamaan. Beberapa merk mungkin sudah mempunyai fungsi grill.
Kekurangan:
  • Besarnya daya listrik yang digunakan oven listrik jelas akan mempengaruhi tagihan listrik Anda yang akan melonjak dari sebelumnya.
  • Hati-hati kalau membeli yang oven plus microwave, ya. Tanyakan secara detail mengenai pengaturan suhu kepada penjual ovennya. 
  • Kalau punya saya, fungsi utama sebagai oven malah kurang maksimal. Suhu tingginya terkadang ‘palsu’, alhasil saya harus panggang kue dua kali agar bisa matang sempurna.

Oven Gas

Oven gas adalah jenis oven yang punya kapasitas terbesar dari dua jenis sebelumnya. Sesuai namanya, oven gas memiliki sumber panas dari gas elpiji. Ada dua jenis oven gas, yakni yang menyatu dengan kompor dan yang berdiri sendiri. Biasanya oven gas yang berdiri sendiri (tidak tergabung dengan kompor) digunakan untuk industri baking makanan atau kue, dapur restoran, toko roti, dan sebagainya. Pemanfaatan panas dari oven gas mempunyai fitur otomatis serta dilengkapi dengan sistem pemanasan atas dan bawah. Jenis oven ini biasanya digunakan oleh pelaku bisnis menengah ke atas.

Kelebihan:

  • Dengan kapasitas besar, oven gas bisa digunakan untuk memanggang bahan dalam jumlah banyak. Oleh karena itu, tipe oven seperti ini cocok untuk bisnis kue homemade, nih.
  • Hampir semua oven gas punya pengaturan suhu yang otomatis. Begitu juga dengan termometer atau penunjuk suhunya.
  • Hemat tempat jika anda membeli oven yang menyatu dengan kompor. Cocok untuk dapur yang minimalis atau tidak terlalu luas.

Kekurangan:

  • Oven gas jauh lebih mahal dari dua oven sebelumnya.
  • Jika anda sering menggunakannya sekaligus kompor, penggunaan gas bisa boros.
  • Pastikan anda rajin mengecek kualitas oven gas ini karena rentan kebocoran gas. Sebab gas ini tak baik jika sampai tercampur ke dalam makanan yang sedang dipanggang.

Oven Konvensional

Oven ini didesain menyatu dengan satu set kompor yang memiliki tungku di atasnya. Oven ini lebih umum ditemui di rumah tangga kelas menengah ke atas. Jenis ini biasanya menggunakan tenaga listrik dan juga tenaga gas. Tenaga listrik biasanya dipakai untuk pekerjaan oven yang lebih bersifat otomatis, misalnya untuk pengaturan suhu yang ingin dipakai dan juga untuk pemantik api di bagian atas dan bawah oven. Kelebihan oven ini adalah memiliki pintu oven yang lebih rapat sehingga mampu untuk mengunci panas dengan maksimal. Selain itu, rak yang besar membuat oven ini memiliki kapasitas yang besar. Oven konvensional berdiri sendiri atau built-in oven dan juga versi digital. Jenis digital biasanya lebih akurat dalam pengaturan suhu, namun membutuhkan daya listrik yang tinggi.

Kelebihan: 

  • Mempunyai struktur body yang kuat dan kokoh, serta mempunyai setelan suhu, waktu dan lampu di bagian dalamnya.
  • Ukuran yang cukup besar untuk menampung makanan dalam jumlah banyak.

Kekurangan:  

  • Proses pemanasan yang terkadang kurang merata.

Oven Konveksi

Hampir mirip dengan oven konvensional, namun bedanya adalah oven konveksi memiliki kipas di dalamnya. Ini membuat udara panas yang ada di dalam oven akan berputar saat kipas dinyalakan, sehingga panas akan merata dan tidak terpusat. Ini yang membuat oven ini bisa terhindar dari hot spot atau panas yang tidak merata di dalam oven. Menggunakan oven ini kamu bisa menghemat waktu hingga 10-20% daripada menggunakan oven konvensional, sehingga bisa membuat kue keringmu menjadi renyah dan garing. Oven jenis ini saat ini sudah banyak yang menyatu dengan oven konvensional yang dilengkapi dengan fitur kipas yang bisa diatur kipas pemutarnya. 

Oven Toaster

Oven toaster memiliki ukuran yang lebih kecil daripada oven listrik atau konvensional biasanya. Oven toaster ini bekerja dengan sumber listrik disertai dengan tombol pengatu suhu dan waktu yang bisa membantu kita untuk mengingat kapan waktunya untuk mematikan oven atau sebagai penanda waktu memasak telah selesai. Karena suhu dari oven toaster ini tidak terlalu panas, oven mini ini hanya bisa digunakan untuk menghangatkan makanan yang memang sudah matang dan memberi efek gosong sedikit. Jadi kurang cocok untuk membuat kue. Biasanya oven toaster ini digunakan untuk memnggang roti tawar, atau menghangatkan lasagna. Salah satu produk Electrolux yaitu Electrolux EOT4805K Elektrik Toaster, memiliki kapasitas 21 L dilengkapi dengan tombol temperature control dengan suhu maksimum 250o C kamu perlu memutar tombol temperatur untuk mengatur suhu yang diinginkan.

Oven Hybrid

Hybrid Oven di desain menggunakan 2 metode yang berbeda yang disatukan, oven ini adalah perpaduan antara oven listrik dan oven gas. Oven canggih yang banyak digunakan pemilik usaha bisnis bakery ini memiliki isolator panas yang bagus, pengaturan suhu, waktu, termometer, dan lampu indikator yang semuanya otomatis. Fungsi microwave juga ada di dalam oven ini yang biasa digunakan sebagai pemanas makanan. Untuk bisa dapat oven ini anda bisa mencari di toko online ya..

Microwave

Oven microwave atau yang bisa disebut dengan microwave saja ini menggunakan gelombang mikro untuk bisa mematangkan makanan. Microwave memiliki desain yang modern dan praktis untuk digunakan. Microwave sangat disukai oleh kaum urban yang lebih suka hidup praktis. Awalnya, microwave diciptakan sebagai alat penghangat makanan yang beku. Namun kini mulai dikembangkan sebagai alat pemanggang pula. Seperti Oxone76D Microwave digital dari Oxone yang bisa membantu pekerjaanmu di dapur menjadi lebih efisien , praktis dan mudah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jenis-Jenis Mixer Untuk Membuat Roti

Mengenal Proofing Untuk Pengembang Adonan